BTM Aladdinsyah S.H. Main ke Aceh

0
1158

anakusu.com – Medan : Badan Ta’mirul Musholla Aladdinsyah Sarjana Hukum atau lebih dikenal dengan BTM Aladdisnyah S.H. merupakan organisasi Internal mahasiswa muslim di Fakultas Hukum USU yang mempunyai misi Terwujudnya Pribadi Muslim yang Kaffah dan lingkungan yang Islami dalam lingkup Fakultas, Universitas dan masyarakat.

BTM Aladdisnyah S.H.Sendiri merupakan organisasi yang sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya didalam fakultas sendiri namun juga kegiatan yang berada diluar kampus. contohnya saja yang baru baru ini mereka lakuka, yap! mereka baru saja “Main” ke Aceh lho sob…

Banyak tempat yang mereka kunjungi dan yang mereka lakukan, diantaranya :

1. Berkunjung ke Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Unsyiah adalah kampus paling terkenal di aceh lho sob…

anakusu.com

 

2. Mendatangi peninggalan Tragedi Tsunami Aceh, Kapal diatas Rumah yang terletak di Lampulo, Banda Aceh.

anakusu.com

 

3. Mengadakan Audiensi dengan anggota DPR ACEH

anakusu.com

 

Dikutip dari dpra.acehprov.go.id

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Irwan Djohan, ST. beserta Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPRA yang membidangi urusan Agama dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas Syariat Islam dan Perwakilan dari Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh menerima Audiensi Mahasiswa dari Badan Ta’mirul Musholla (BTM) Aladdinsyah, SH Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU)dan perwakilan Mahasiswa dari Universitas Syahkuala di Ruang Serbaguna Lantai 2 Gedung Sekretariat DPRA pada Selasa, 9 Februari 2016 pukul 14.00 WIB dengan Agenda untuk mempelajari perbandingan antara pemberlakuan hukum syariat Islam Di Aceh dengan hukum yang berlaku secara nasional

Membuka acara audiensi tersebut Pimpinan DPRA, Teuku Irwan Djohan, ST. mengintroduksikan Tugas Pokok dan Fungsi DPRA dihadapan 31 mahasiswa-mahasiswa BTM Aladdinsyah, SH Fakultas Hukum USU dan perwakilan Mahasiswa Unsyiah.

Setelah sesi pembukaan acara tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan mengkritisi pemahaman sebagai bagian dari pembelajaran tentang;
1. bagaimana Aceh memperoleh keistimewaan dibandingkan Provinsi lain di Indonesia.
2. bagaimana syarat menjadi anggota DPRA.
3. proses pembentukan qanun dan pertimbangan dalam pembentukan qanun.
4. mendapat perbandingan antara pemberlakuan hukum syariat Islam di Aceh dengan hukum yang berlaku secara nasional.
5. mendapat pembelajaran terkait dengan bagaimana pemberlakuan syariat Islam di Aceh.

Dalam hal ini, Pimpinan Komisi VII DPRA, Dinas Syariat Islam dan Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh mengedukasi audiens sampai adzan Sholat Ashar berkumandang.

Wah….keren yaah sob!

LEAVE A REPLY