Dalam Skripsi, Percayalah! Dosen Juga butuh Eksistensi

0
1646

Dalam skripsi Apakah kita perlu mempelajari sosok manusia? Ya perlu, namun sebenarnya kita semua tidak sadar bahwa sedang mempelajari itu. Apakah dalam benak kita menyebutkan, “Wah, saya harus pelajari sifat dia”, Saya rasa tidak. Apakah dalam pdkt kamu terhadap lawan jenis mempelajari sifat nya? mimin rasa iya, tapi kamu terhanyut dalam hari-hari menyenangkan bersamanya, sampai-sampai tidak sadar bahwa kamu sedang mempelajari sifatnya. Begitu pula dengan dosen pembimbing, mimin rasa jika kamu jarang atau sering bertatap wajah, sering menerima ilmu dari nya, kamu sudah tahu apa watak dari dosen pembimbing tersebut. Sifat dosen terbagi menjadi beberapa sifat, yaitu: Baik, perhatian, galak (killer), kharismatik, humoris, tegas, cerewet, perfeksionis, skeptis.  Namun, dengan sifat itu mereka berharap bisa membagikan ilmunya kepada mahasiswa mereka walau mungkin sebagian mahasiswa tidak suka dengan itu. Percayalah, mereka ingin membagikan ilmunya kepada kamu dengan cara bermacam-macam yang tadi dijelaskan. Mungkin kamu dan teman-teman kamu memiliki cara yang berbeda dalam menendang bola ke gawang? ada yang melakukan ancang-ancang terlebih dahulu, ada yang mengangkang, ada yang berdiri sambil melototin kiper, ya banyak cara, tujuannya hanya satu, GOAL, kira-kira analogi nya seperti itu.

Eksistensi dosen itu berdiri di atas dua hal: ketika di depan kelas memberi kuliah dan mencoret-coret makalah atau skripsi. Jadi, jangan tersinggung. Hadapi dengan sikap mental, begitulah yang namanya dosen.

Apapun sifat dari semua dosen tersebut tujuannya sama. Jika kamu memilih salah satu dari sifat tersebut, hadapilah, jangan mengeluh, siapa yang disalahkan dalam hal ini, Kamu. Jika kamu sudah tahu kamu akan mengeluh setelahnya, mengapa memilih itu. Atau mungkin kamu sudah tahu hal itu namun kesiapan kamu berkata lain, sob. Jika kamu sudah tau sifat nya, kamu tahu bagaimana cara untuk menghadapinya. Jika kamu belum tahu, mungkin kamu bisa tanya-jawab kepada teman yang pernah bersamanya. Kamu mungkin akan dapat kejutan, Nih contohnya kalau kamu dapat dosen yang killer. Kejutan apa yang akan kamu jumpai, yaitu: kamu telat sedikit tidak boleh konsultasi, jika kamu tidak menyelesaikan suatu tulisan sampai batas waktu yang dia tentukan kata-kata pedas akan menghampiri kamu, jika kamu menulis sesuatu yang dimatanya dia tidak benar maka tulisan kamu akan penuh coretan indah. Apa yang terjadi setelah itu, kamu terdiam, melamun, curhat kepada teman, ngoceh di facebook, twitter, dan lain-lain.

Iya itu akan terjadi jika dilihat dari sisi negatif, sisi positif selalu berkata lain. Jika kamu melihat dari sisi positif, bacalah kembali Bab per Bab skripsi kamu, maka kamu akan mengetahui apa sisi positifnya. Jika kamu netral, tidak melihat dari sisi negatif dan positif? Ya itu berarti kamu orang yang woles yang tidak peduli apapun yang terjadi.

Tipsnya nih sob,  kalau kamu diceramahi soal kekeliruan naskah skripsi kamu, jangan sekali-kali membantah. kamu cukup pura-pura serius mendengarkan, pura-pura mengangguk seperti paham, dan tersenyumlah seakan kamu menerima masukan dengan cara positif. Segalak-galaknya dosen pembimbing skripsi jika kamu berperilaku seperti itu, maka ceramah dosen tidak lama. Dosen juga manusia dan pernah jadi mahasiswa terslebih dahulu sob!

Walaupun dosen dari sisi umur lebih tua, akan tetapi bagaimanapun juga dosen harus tidak kolot, berani membuka diri dengan mahasiswa.

Pola pikir masyarakat umumnya menilai pendidikan sebagai sesuatu yang berjalan secara formal, di mana ada batas antara pengajar dan yang diajar. Pengajar seolah-olah digambarkan sebagai orang yang serius, harus selalu dihormati dan ditakuti. Dosen sudah sepatutnya dihormati dan dihargai. Namun, dosen juga makhluk sosial yang perlu bersosialisasi, termasuk dengan mahasiswanya.

Mengenai dosen yang suka mencoret-coret skripsi kamu cukup disenyumin aja, sabar! dosen cuma lagi nunjukin kalau beliau lebih pintar, tua dan berpengalaman dari kamu selain memang kamu yang sudah salah dalam penulisan skripsi. Berapa lama sih konsultasi dan dikritik dosen pembimbing? Paling lama sejam. Berapa lama sih ujian skripsi dan dibantai dosen penguji? Paling lama 3 jam. Dan semua akan berlalu. Akan lewat menjadi masa lalu. Jadi inget aja, tiap kita dimarahin, skripsi dicoretin dan jadwal terus dgantungin, Woles!

“kalau semuanya mudah, kapan kamu mau belajar? kami ini para dosen bukannya mempersulit kalian, namun cuma mengajarkan bagaimana proses harus berjalan dalam keadaan apaapun”. TTD- Dosenmu tersayang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here