Karya Anak Medan Ada di Festival Film Pendek Nasional

0
131

Yang Penting Skill (YPS) Studio Pictures menjadi satu-satunya perwakilan dari Sumatera Utara yang masuk enam besar Begadang Filmmaking Competition, kompetisi pembuatan film pendek skala Nasional yang dilangsungkan pada 2–3 September 2017, membawa judul “Mantap Jiwa”. Kompetisi tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang puncak acaranya di Festival Film Pendek Internasional Minikino Film Week yang ke-3 di Bali pada 7–14 Oktober 2017.

“Jam tujuh pagi clue-nya serentak dikasih tau. Propertinya harus ada spidol 12 warna, pemain harus pake baju warna merah, ada lagu Indonesia Raya, sama dialog Ketuhanan Yang Mahaesa,” kata Abdul Rasyid, sutradara film “Mantap Jiwa”. Lelaki berkacamata itu mengakui bahwa timnya harus bekerja keras mengembangkan syarat tersebut menjadi sebuah film berdurasi kurang dari 5 menit dan menyelesaikannya dalam waktu 34 jam.

“Ide dasarnya warna Indonesia. Kita bikin sesuatu yang unik. Yang gak mainstream,” tambah Robby Saputra selaku penulis naskah cerita.

IMG-20170907-WA0037

Film yang mengambil latar di USU ini menceritakan tentang seorang mahasiswa kedokteran bernama Risa (Risa Riskayanti, alumni FISIP 2011) menghampiri dokter Iqbal (M. Iqbal Pradipta, alumni FMIPA 2008) yang sedang melakukan penelitian terhadap pasien rehabilitasi Nanda (Fiqih Ananda Trg). Risa bertanya kepada dokter Iqbal mengenai arti “merdeka”. Meski dokter Iqbal telah menjawab pertanyaan Risa, dalam benaknya, Risa masih bertanya-tanya bagaimanakah bentuk kemerdekaan yang sesungguhnya.

Risa mengungkapkan baginya ada tantangan tersendiri ketika terlibat main film “Mantap Jiwa”. Misalnya menghadapi kendala perizinan lokasi, karena waktu terlampau sempit–hanya 34 jam.

“Nah, kalau kita mengambil ruangan-ruangan tertentu harus ada izin. Jadi semua tim putar otak gimana supaya dapat gambar untuk scene ini itu,” kata Risa.

IMG-20170908-WA0000

YPS Studio Pictures berharap pulang dari Bali membawa sesuatu yang bisa dibanggakan, serta dapat memotivasi filmmaker Medan untuk lebih produktif dan menambah kualitas karya yang dibuat.

“Kami ini masuk enam besar, kalau masuk tiga besar bakal diikutsertakan di festival film di Australia. Doakan ya supaya berangkat lagi (ke Australia),” kata Iqbal.

LEAVE A REPLY