Kenali Produkmu, Ubah Gaya Hidupmu, Ayo Lestarikan Lingkungan!

0
1411

Mengkonsumsi produk atau barang merupakan suatu kebutuhan atau gaya hidup bagi kita untuk menjalani aktifitas sehari-hari baik itu untuk makan, memasak, mandi, mencuci bahkan untuk perawatan tubuh. Salah satu misalnya adalah kebutuhan akan minyak goreng untuk memasak makanan untuk dikonsumsi bersama keluarga di rumah. Tapi tahukah anda, secara tidak langsung anda bersama dengan keluarga turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan atau bahkan turut terlibat atas makin buruknya kondisi  lingkungan? Bagaimana hubungannya? Penasaran? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Produk yang kita pakai sehari-hari merupakan produk-produk turunan dari suatu komoditas. Komoditas yang paling beragam produk turunannya dan banyak dijumpai pada aktifitas sehari-hari adalah produk yang berasal dari minyak Kelapa Sawit. Sawit dan produk turunannya adalah komoditas tanaman perdagangan terpenting di Indonesia. Pada tahun 2014, Indonesia memproduksi 33,5 juta ton minyak sawit, yang menghasilkan $18,9 miliar dari pendapatan ekspor. Sawit telah menjadi ekspor paling berharga dibelakang batubara dan migas. Laju minyak sawit Indonesia adalah fenomena dengan pertumbuhan luar biasa industrinya dalam 30 tahun terakhir.

IMG_20151031_123431

Gambar 1. Produsen dan Importir Minyak Sawit di Dunia

Penggunaan minyak kelapa sawit secara tradisional untuk bahan makanan yakni: memasak (minyak goreng), mentega, margarin dan lemak khusus. Produk minyak kelapa sawit juga dapat digunakan pada sektor non-makanan, terutama dalam produksi sabun dan pembersih, produk farmasi (produk fungsional), kosmetik (perawatan tubuh), biodiesel (biofuel) dan sebagai pengganti petrokimia, yaitu produk oleokimia. Fatty Acid yang berbahan dasar sawit dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung pada produk seperti lilin (Palm Wax) dan karet (Oleokimia).

IMG_20151031_123447IMG_20151031_123451

Gambar 2. Penggunaan Produk Turunan Minyak Kelapa Sawit untuk Rumah Tangga

Sebagai bentuk perkebunan dan industri yang terus berkembang, sawit beresiko terhadap laju kerusakan hutan. Yang menjadi isu adalah sawit mulai merambah ke daerah-daerah sensitif seperti zona penyangga di sekitar hutan lindung, yang merupakan rumah bagi spesies yang terancam punah seperti Orangutan dan lain sebagainya. Lalu penggunaan teknik tebas dan bakar (slash-and-burn) untuk membersihkan lahan terus dilakukan oleh pengembang perkebunan sawit. Meskipun illegal, tebas bakar memungkinkan pengembang untuk membersihkan lahan jauh lebih murah dan cepat daripada metode lainnya. Hal yang terjadi, cara membuka lahan seperti ini menghasilkan kebakaran yang diluar kendali untuk waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, terutama di kawasan lahan gambut yang sangat mudah terbakar. Hal ini berdampak akan terjadinya bencana kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia baik Sumatera dan Kalimantan seperti akhir-akhir ini. Dengan membeli produk yang tidak ramah lingkungan berarti anda mendukung kegiatan produksi minyak kelapa sawit secara tidak ramah lingkungan.

Nah..bagaimana menurut anda sebagai konsumen produk minyak kelapa sawit? apakah produsen dari produk minyak kelapa sawit yang anda konsumsi sudah menjalankan praktek-praktek terbaik dalam produksinya? Atau sebaliknya? Lalu, agar anda dapat memilih produk yang ramah lingkungan saat membeli suatu produk di pusat perbelanjaan, bagaimana anda dapat membedakan mana produk-produk yang ramah lingkungan dan yang tidak?

RSPO yang merupakan singkatan dari Roundtable Sustainable Palm Oil, adalah asosiasi nirlaba yang menyatukan para pemangku kepentingan dari tujuh sektor industri minyak sawit; produsen kelapa sawit, pemroses atau pedagang kelapa sawit, produsen barang-barang konsumen, pengecer, bank dan investor, LSM pelestarian lingkungan atau konservasi alam, dan LSM sosial. RSPO bersama para pemangku kepentingan bertujuan untuk mengembangkan dan turut serta dalam mengimplementasikan standar global untuk minyak sawit berkelanjutan (sustainable). RSPO  mempromosikan praktik produksi minyak sawit berkelanjutan yang membantu mengurangi deforestasi,  melestarikan keanekaragaman hayati, dan menghargai hak kehidupan masyarakat pedesaan di negara penghasil minyak sawit. RSPO menjamin bahwa tidak ada hutan primer atau kawasan bernilai konservasi tinggi lainnya yang dikorbankan untuk perkebunan kelapa sawit, perkebunan menerapkan praktik terbaik yang bertanggungjawab, dan hak-hak dasar dan kondisi hidup jutaan pekerja perkebunan, petani kecil, dan masyarakat lokal dihargai sepenuhnya.  Dengan pandangan inilah, RSPO secara proaktif terlibat dengan petani kelapa sawit, pengolah sawit, perusahaan, pengecer, LSM dan investor untuk bekerja sama menuju suplai global minyak sawit yang diproduksi dengan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

IMG_20151031_123441

Gambar 3. Contoh Rantai Pasokan Minyak Sawit yang Sustainable

Dengan kata lain, industri atau perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan produk turunannya sesuai dengan prinsip-prinsip RSPO adalah industri kelapa sawit yang eco-label, yang produk-produknya dihasilkan dari proses produksi dengan praktik-praktik terbaik yang bertanggung jawab atau dapat disebut juga dengan Certified Sustainable Palm Oil (CSPO). Praktik – praktik tersebut seperti tidak membuka area hutan primer untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit, tidak membuka lahan dengan cara bakar (zero burning), mengurangi efek gas rumah kaca (GRK), menjamin keberadaan area yang bernilai konservasi tinggi seperti habitat satwa yang terancam punah (RTE), keanekaragaman hayati, ekosistem lahan gambut, area sungai dan sempadannya, serta lahan-lahan hak masyarakat adat.

Tahukah anda? Produsen CSPO terbesar di dunia adalah Indonesia. Berarti, sebagian perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah produsen bahan baku produk-produk sustainable di dunia. Berdasarkan data yang diperoleh, tercatat bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki 89% certified area, dan Indonesia adalah produsen terbesar kelapa sawit, yaitu sebesar 51% dari total produksi CSPO dunia. Oleh karena itu sebaiknya kita perlu mengetahui perkebunan kelapa sawit manakah di Indonesia yang memproduksi CSPO. Untuk mengetahui hal itu, kita bisa mengunjungi website RSPO (pada link http://www.rspo.org), dimana didalam website tersebut jelas tertera member-member yang bersertifikat. Hal ini dapat dijadikan solusi untuk mengetahui produk yang sustainable.

IMG_20151031_123436Gambar 4. Total Produksi CSPO tertinggi di Dunia adalah Indonesia

Produk berlabel RSPO kini telah digunakan oleh 181 perusahaan di 27 negara untuk menunjukkan komitmen mereka untuk menggunakan CSPO. Label RSPO dapat ditemukan pada kemasan produk mulai dari margarin, cokelat, biskuit hingga sabun dan kosmetik. Seharusnya dengan posisi Indonesia sebagai produsen CSPO terbesar, kita harus optimis bahwa produk-produk Indonesia adalah produk yang sustainable.

IMG_20151031_153141Gambar 5. Contoh Produk berlabel RSPO

Menurut Deforestation Education, berikut adalah daftar produk yang mengandung minyak sawit dan produk yang sustainable (dapat diakses pada link http://www.deforestationeducation.com/products-that-contain-palm-oil.php). Dengan mengenal suatu produk, maka kita akan selektif untuk memilih produk yang ramah lingkungan untuk digunakan dalam aktifitas sehari-hari. Dengan membeli produk-produk yang berlabel RSPO kita turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Sampai saat ini produk berlabel RSPO masih sulit ditemukan di Indonesia, oleh karena itu kita harus proaktif meminta kepada produsen, dengan cara:

1. Suarakan permintaan kepada Industri (perusahaan) kelapa sawit agar berkomitmen untuk menghasilkan dan menggunakan CSPO.

2. Dukung industri (perusahaan) yang berkomitmen untuk menghasilkan dan menggunakan CSPO dengan membeli produk-produknya.

3. Suarakan kembali permintaan kepada industri (perusahaan) kelapa sawit yang lain untuk berkomitmen.

Mari sadar dan bersuara untuk meminta kepada para produsen (perusahaan/industri) untuk menghasilkan produk-produk yang sustainable dengan hanya membeli produk-produk yang sustainable tersebut dan mari mengajak teman atau orang lain untuk merubah gaya hidupnya dengan bijak memilih produk, karena kekuatan terbesar terletak pada konsumen dan respon terbesar terletak pada produsen. Konsumen yang bijak adalah konsumen yang mengerti fungsi dan manfaat yang didapatkan dari mengkonsumsi suatu produk begitu juga sebaliknya produsen yang bijak adalah produsen yang mengerti keinginan dan permintaan konsumennya. Kenali produkmu, ubah gaya hidupmu, mari lakukan tindakan untuk pelestarian lingkungan.

Oleh: Jaka Perwira Maulana

Referensi:

http://www.deforestationeducation.com/products-that-contain-palm-oil.php

Why palm oil expanded, and what keeps it growing

http://www.musimmas.co.id/produk/penggunaan-minyak-kelapa-sawit

http://www.rspo.org/

http://news.mongabay.com/2013/09/palm-oil-now-biggest-cause-of-deforestation-in-indonesia/

Roundtable on Sustainable Palm Oil, Impact Report, 2014.

LEAVE A REPLY