Mural, Adalah Hobi yang Dibayar

    0
    2180

    Ingin menjadi anak muda yang berkarya. Itulah mimpi seorang Ade Radinal Siregar, yang merupakan mahasiswa D3 Metrologi FMIPA Universitas Sumatera Utara. Menjadi seniman adalah pilihan untuk menjadi yang berkarya bagi Ade. Berawal dari hobinya menggambar pada tahun 2011 lalu menjadikan pria kelahiran 17 Juni 1992 ini menghasilkan banyak karya seni mural.

    Melalui mural, Ade selalu menitipkan pesan pada gambarnya. Seperti pada tahun 2011 lalu ia memural dengan tema korupsi tentunya dengan harapan semoga banyak orang yang akan tersadar oleh karya yang ia ciptakan. Untuk memural sendiri, Ade biasakan menggunakan dinding sebagai medianya, cat tembok, cat minyak maupun kuas sebagat alatnya dan proyektor sebagai pendukungnya. Hanya memakan waktu 2-4 jam Ade sudah menciptakan gambar yang luar biasa.

    Selain mural atau sama halnya dengan lukisan dinding Ade juga bisa sketching, drawing, ilustrasi dan digital art. Tentunya, hal ini bukanlah hal yang mudah bagi kebanyakan orang, itulah yang membuat Ade berbeda .

    Layaknya seorang seniman pada umumnya, pria berkulit putih ini biasa dengan gaya berpakaiannya yang cuek dan rambut yang sengaja dipanjangkan menjadikannya mudah untuk dikenali sebagai seorang seniman. Keahliannya dalam mural telah membawanya pada beberapa event seperti ; EventDelux, 2013, Aphoria, 8 Januari 2014, Fashion for Fashion Mei 2014, Acem?, Oktober 2014. Tak hanya itu, Ade juga beberapa kali mengikuti penampilan seni seperti ; Pemuda Metropolis (2013), Parkiran Seni (April 2014), Panggung Rakyat (Maret 2015) dan Kreatif.

    Pria yang sangat suka berimajinasi ini tidak hanya menjadikan mural sebagai sebatas hobi tetapi Ia menjadikannya sebagai ajang bisnis. Banyak tempat nongkrong yang sudah meminta jasa muralnya sebagai pendukung arsitektur seperti Siantar Square, Warung Menolak Lupa, Kedai Boogie, Café Patah Hati, Café Soek Ho Gie dan café Urban. Sehingga, mural bukan lagi sebatas hobi tetapi pekerjaan yang dibayar.

    “Kalau orang tua sih gak dukung, karena mereka pengen aku jadi manusia pada umumnya seperti jadi PNS misalnya bukan malah jadi seniman hahahaha” jawabnya ketika ditanya tentang dukungan orang tua. Hal itu jugalah yang menjadikan Ade tidak mengekspresikan keahliannya dalam memural pada rumahnya sendiri. “Kalau di rumah, aku cuma mural kamarku aja” tambahnya lagi.

    LEAVE A REPLY