Niesya Harahap : Cintai Budaya Indonesia

0
606

Budaya merupakan identitas bangsa yang wajib kita jaga kelestariannya. Begitu pula dengan gadis muda berparas cantik Niesya Harahap , mahasiswi  Fakulktas Ilmu Psikologi Universitas Sumatra Utara ini sudah membanggakan Indonesia lewat prestasinya di bidang budaya  sejak usia 13 tahun . Melalui kedua orang tua nya yang merupakan seniman, Niesya mempelajari tarian, nyanyian hingga alat musik tradisional.

Dengan segudang aktivitas yang ia lakukan sebagai mahasiswa, tidak menghalangi nya untuk terus berkarya dalam bidang seni, hal ini dibuktikan saat ia menjadi perwakilan Indonesia sebagai Guest Of Honor dalam acara “Frankfurt Book Fair” di Jerman tahun 2015 lalu, di acara ini ia membawakan nyanyian dan tarian Tortor Batak didepan masyarakat asing. Tentunya menjadi kebanggan bagi dirinya, dimana masyarakat asing sangat mengapresiasi performa nya diatas panggung saat itu.

“Saya sangat tersanjung, saat mereka memuji performa saya dalam membawakan tarian Batak. Bahkan mereka meminta saya untuk mengajarkan tarian tortor kepada mereka. Dan saya harap, generasi muda lainnya dapat termotivasi untuk dapat melestarikan budaya Indonesia yang sangat kaya ini” ungkapnya

Berikut ini ialah kegiatan serta prestasi yang pernah diraih oleh Niesya Harahap :

  • 2009 di Wellington, New Zealand bersekolah  selama 3 bulan di Thorndon School, ikut serta memainkan gamelan jawa dalam konser fairwell suarasama di Victoria University Music Hall
  • 2010 sebagai performer dan peserta dalam festival tari antar bangsa di Kuching Sarawak Malaysia-2013
  • juara 1 kompetisi band SMA.Harapan
  • 2013 juara 2 kompetisi band se Kota Madya Medan yg diselenggarakan keDubes AS “solidarity through music competition”
  • 2014 piano concert Indonesian Young Musician
  • 7 maaret 2015 menjadi juri di festival band “Mechanical fest” di Pendopo USU
  • 3 kali penampilan konser Svara Sacra, konser choral drama di Medan (Tiara Convention), Bandung (Sabuga ITB), dan Jakarta (Jakarta Convention )
  • Vocal di Sumatera Jazz Festival 2013 dan North Sumatera Jazz Festival 2014
  • Penari tunggal Whirling dance sufi di Ramadhan Fair
  • 20 Agustus 2015 menari di pembukaan Dies Natalis USU ke 63 di Auditorium USU
  • 27 September 2015 menjadi salah satu performer di acara “Frankfurt Book Fair” di Jerman sebagai “Guest of Honor”, menari tortor”mataniari” dari etnis Batak Toba;
  • Penampilan di hari kedua di gedung Museum Fur Volkerkunde di Hamburg bersama Slamet Rahardjo, Sandhy Sandhoro, Nostress asal Bali, Made Maut dan Sakeco dari Sumbawa.
  • 3 Oktober 2015 penampilan di acara pembukaan “Schrift Sprache” di Staatsbibliothek Zu Berlin
  • 7 Oktober 2015 penampilan di acara social gathering di Museum the Kreeks di Oosterbeek, Netherland (Belanda)
  • 18 November 2014 menjadi notulensi pada forum koordinasi pencegahan terorisme dibawah koordinasi dosen fakultas Psikologi USU
  • 25 November 2015 menjadi layout editor proceeding seminar Nasional fakultas Psikologi USU
  • Sebagai penyanyi pada ansambel angklung “Psychestra Harmony” di acara Psikologi Carnaval dan acara Trisuci Waisak

Semoga Menginspirasi Sob!

LEAVE A REPLY