a

TAK banyak masyarakat umum yang tahu bahwa Provinsi Banten juga memiliki busana khas. Bahkan, sejumlah daerah di Banten, seperti Badui, Kota Cilegon, Serang, Tangerang Barat, dan Tangerang Selatan, mempunyai pakaian khas masing-masing.

Busana khas itu dapat disaksikan antara lain di Mal of Serang di Kota Serang, Banten. Pada Sabtu (20/9), misalnya, di sini berlangsung festival busana yang diperagakan 20 Kang dan Nong Banten. Mereka membawakan 60 busana khas Banten.

Penyelenggara festival ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten serta Asosiasi Industri Kreatif dan Pelaku Usaha (Asipa). Kegiatan itu berkaitan dengan perayaan ulang tahun ke-14 Provinsi Banten pada 4 Oktober 2014.

Kegiatan tersebut juga bagian dari rangkaian acara Kenali dan Cintai Kuliner, Cendera Mata, dan Fashion Banten, yang berlangsung pada 18-20 September 2014.

Linda Rohyati dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten mengatakan, karya para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan ini perlu dikembangkan agar dapat diperkenalkan sampai ke sejumlah negara.

”Ada karya tenun Banten yang diekspor ke mancanegara. Dengan mengangkat dan memamerkan potensi yang ada, semoga bertambah banyak produk Banten yang dikenal pasar internasional,” kata Linda.

Untuk UKM

Selain menonton peragaan busana, pengunjung dapat pula menikmati aneka kuliner dan berbelanja produk andalan dari setiap daerah di Provinsi Banten. Festival ini memang menjadi ajang promosi bagi UKM untuk memperkenalkan budaya dan ciri khas daerah masing-masing.

Selain itu, salah satu tujuan kegiatan ini adalah memberi wadah bagi UKM untuk berkumpul serta mengasah kreativitas mereka. Di sini termasuk memunculkan bakat dan budaya yang belum dikenal masyarakat luas.

Daerah Badui, misalnya, terkenal dengan kain tenunnya yang berwarna gelap. Adapun Lebak memiliki camilan khas seperti rengginang dan gipang. Sementara Kabupaten Pandeglang memamerkan kerajinan berupa sepatu dan aneka anyaman.

Pada kesempatan ini, Kota Tangerang Selatan memamerkan potensinya berupa produk jahe merah serta tas dari kulit ular, kulit biawak, dan kulit buaya.

Produk andalan Kabupaten Tangerang adalah herbal sirih merah dan wingko, Kota Serang dengan donat kentang dan yogurt. Sementara itu, Kota Cilegon memamerkan olahan abon lele dan gipang rasa pandan, serta Kabupaten Serang antara lain memamerkan produk olahan ikan bandeng.

Bergilir

Festival Kuliner, Cendera Mata, dan Fashion Banten ini berlangsung setiap tahun, sejak tahun 2011. Tahun lalu, festival berlangsung di Kota Tangerang.

Dalam kegiatan ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten berusaha menyediakan wahana untuk menyalurkan bakat dan kreativitas masyarakat, baik di bidang seni, ilmu pengetahuan, maupun budaya. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai penghargaan kepada para pelaku UKM.

Salah seorang pelaku UKM Tangerang Selatan, Nurbayati, menyatakan, festival ini bermanfaat karena banyak pengunjung yang membeli hasil karya mereka.

”Kegiatan seperti ini bagus karena Dinas Budaya dan Pariwisata membuka jalan bagi masyarakat agar dapat berusaha dan memperkenalkan budaya dari setiap daerah di (Provinsi) Banten,” katanya.

”Selain itu, pelaku UKM juga dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan begitu, masyarakat pun lebih menghargai produk lokal Banten,” kata Nurbayati menambahkan.

Melalui kegiatan ini, kreativitas anak bangsa terlihat nyata. Para pelaku usaha pun kian mudah mempromosikan hasil karya mereka sehingga warga negara lain juga tidak bisa lagi secara sembarangan mengakui bahwa produk atau budaya itu sebagai miliknya.

LEAVE A REPLY