Penelitian Lokal Banyak, Sedikit yang Dipatenkan

0
1165

238672_ilustrasi-penelitian-sel-punca-cawan-laboratorium_663_382VIVAnews – Produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi jumlahnya mencapai ribuan. Namun, sayang hingga saat ini sedikit dari mereka yang diajukan untuk mendapatkan hak paten.

Kepala Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Mukti Fajar ND, SH, mengatakan hingga saat ini perguruan tinggi yang mendaftarkan produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa, terbanyak adalah IPB yaitu sebanyak 64 hasil penelitian, disusul ITB sebanyak 56. UMY hingga saat ini baru berhasil mematenkan 12 hasil penelitian.

“Tahun ini, kita juga akan mendaftarkan tujuh produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa, sehingga nantinya ada 19 produk hasil penelitian yang telah memiliki HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual),” katanya di Kampus UMY, Sabtu 15 November 2014.

Diakuinya, saat ini banyak produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang hanya sampai dilaboratorium. Hal ini, karena jaringan yang sangat terbatas dengan masyarakat dan dunia industri yang sangat membutuhkan produk penelitian dosen ataupun mahasiswa.

“Hal ini berbeda dengan negara Jepang yang sangat menunggu produk hasil penelitian dosen dan mahasiswa. Sehingga, gelontaran dana untuk penelitian sangat besar dari perusahaan,” bebernya.

Adanya pandangan ‘menggunakan produk dari luar negeri lebih unggul dibandingkan dengan karya anak bangsa’ juga berdampak pada produk hasil penelitian dari dosen dan mahasiswa enggan untuk dipromosikan.

“Persepsi dan pandangan itu yang perlu diubah, karena karya anak bangsa kualitasnya tidak kalah,” jelasnya.

Dr. Bambang Cipto, Rektor UMY mengatakan kampus UMY akan memberikan porsi anggaran yang cukup besar untuk penelitian, baik dosen dan mahasiswa. “Termasuk, membiayai dan memfasilitasi, jika produk penelitian akan didaftarkan untuk mendapatkan HaKI,” katanya.

Lebih jauh, Bambang mengatakan, untuk mendaftarkan hasil karya dosen dan mahasiswa tidak terlalu mahal tinggal memberikan sosialisasi cara mendaftarkan produk penelitiannya untuk mendapatkan HaKI.

“Masih banyak dosen, atau mahasiswa yang belum mengetahui secara pasti birokrasi dan persyarakat mendaftarkan karya ilmiahnya untuk dipatenkan,” ujarnya. (asp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here