Sensasi Mengapung di Laut Mati Nias Utara

0
2111
Tepi Pantai Turelotu, Foto: Renti Rosmalis

Mendengar kata Laut Mati pikiran anda mungkin akan langsung tertuju pada laut dengan kadar garam tertinggi yang ada di Yordania. Itulah laut mati yang selama ini kita ketahui. Namun, tahukah anda bahwa Sumatera Utara punya pantai yang membuat anda merasa sedang berada di Laut Mati? Pantai indah dan mempesona tersebut berada di Kabupaten Nias Utara. Tepatnya di Kecamatan Lahewa.

Dari segi geografis, Nias Utara dikelilingi oleh banyak pantai. Sehingga memungkinkan Nias Utara untuk menyimpan kekayaan alam berupa pantai yang indah. Termasuk pantai yang mampu membuat anda terapung layaknya laut mati di Yordania. Pantai ini dikenal dengan nama Pantai Ture Lotu meski nama sebenarnya adalah Ture Galoko.

Bagaimana caranya menuju ke sana? Bisa dibilang tidak mudah.

Pertama, hilangkan dulu pandangan negatif tentang pulau ini. Tak perlu khawatir jika anda tidak berniat lakukan hal-hal buruk. Warga akan sangat ramah jika kita juga bersikap ramah.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh menuju Nias. Pertama jalur udara, yaitu terbang dari Bandara Kuala Namu Medan menuju Bandara Binaka yang berjarak sekitar  17 Km dari Gunung Sitoli. Gunung Sitoli adalah Ibukota Nias.

Jika memilih jalur darat, dari Medan anda akan menuju Sibolga. Hanya ada Bus atau taxi  yang akan membawa ke Sibolga. Dengan biaya sekitar Rp 150 ribu anda akan diantar ke pelabuhan Sibolga menuju Gunung Sitoli.

Kapal menuju Gunung Sitoli pun tak selalu ada dalam waktu yang berdekatan. Ada dua kapal yang biasanya mengantar penumpang menyeberang.

Warga biasa menyebutnya Kapal Jumbo untuk kapal yang berangkat setiap jam 09.00 pagi di hari Senin. Kapal ini hanya beroperasi pada hari Senin saja. Lama perjalanan empat jam dengan harga tiket Rp180 ribu.

Sementara  Kapal Feri berangkat setiap hari pada pukul 19.00 Wib. Kapal dengan muatan besar ini mengantarkan penumpang dengan fasilitas  kelas ekonomi dan bisnis. Untuk kelas ekonomi harga tiket berkisar Rp 70 ribu, dan Rp 100 ribu untuk kelas bisnis. Lama perjalanan adalah 12 jam.

Hindari calo untuk dapatkan biaya tiket normal, biasanya banyak calo yang menawarkan jasanya di pelabuhan. Sebaiknya langsung saja cari loket resmi yang berada dekat pelabuhan.

Tiba di Gunung Sitoli, carilah penginapan atau segeralah kunjungi rumah tujuan anda. Pahami dulu kondisi tempat tujuan anda dan siaplah memulai petualangan di Nias. Baik ke arah utara maupun selatan sama saja. Nias selalu tawarkan keindahan pantainya dari Utara hingga Selatan.

Mengapung, Foto: Renti Rosmalis
Mengapung, Foto: Renti Rosmalis

Karena tujuan kita kali ini Laut Mati ala Nias Utara, maka perjalanan kita akan menuju ke arah utara. Tak banyak moda tranportasi yang ada di Nias. Tak ada angkot atau ojek. Namun kita bisa gunakan jasa sewa mobil atau motor yang ada di Gunung Sitoli.

Untuk mobil, harga sewa sekitar Rp 500 ribu per hari, dan Rp 100 ribu untuk sepeda motor. Namun, jika punya kenalan warga sekitar, kita bisa saja dapatkan harga sewa motor Rp 50 ribu. Itu pun jika beruntung.

Dari Gunung Sitoli menuju Kecamatan Lahewa, Nias Utara membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Jalanan utama cukup mulus, namun ketika sudah mulai memasuki Kecamatan lahewa jalan mulai sedikit berbatu. Namun ini tak lama, jalan akan kembali membaik.

Sepanjang perjalanan kita akan disuguhkan indahnya pantai-pantai di Nias. Semua pantai di Nias bisa dibilang masih perawan, semuanya biru dan sepi.

Akan ada beberapa persimpangan menuju Pantai Ture Lotu. Saat masih dijalanan utama kita akan temukan petunjuk arah. Namun saat sudah mulai masuk ke Lahewa, petunjuk arah adalah warga sekitar.

 

Dermaga Nelayan, Foto: Renti Rosmalis
Dermaga Nelayan, Foto: Renti Rosmalis

Tanyalah jalan saat berada di perkampungan yang cukup ramai, karena warga yang berada di perkampungan yang sepi masih banyak yang belum bisa berbahasa Indonesia.

Ketika motor sudah menemukan banyak pepohonan cemara yang berbaris rapi artinya pantai sudah dekat. Siap-siap disambut oleh tenangnya Pantai Ture Lotu.

Selain hari libur pantai ini serasa milik sendiri. Sepi seperti pulau tak berpenghuni. Hanya ada kapal nelayan dan satu dua rumah nelayan di tepi pantai.

Ture Lotu memiliki pantai yang tenang tanpa ombak. Di tepi pantai terdapat gugusan karang-karang berukuran besar dan kecil yang terlihat seperti punggung kura-kura. Airnya biru dan jernih hingga ikan-ikan kecil di karang pun bisa langsung terlihat dari atas.

Jika membawa alat snorkeling, akan sangat menyenangkan.

IMG_1536
Kapal Nelayan, Foto: Renti Rosmalis

Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah mengapung. Ya, pantai ini memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Sehingga memungkinkan kita untuk mengapung dalam keadaan tubuh yang tenang. Karena kadar garam yang tinggi ini juga, mata akan terasa lebih perih dari pantai biasanya. Apalagi jika hari sedang panas-panasnya, wah siap-siap dengan perubahan warna kulit anda.

Karena tak ada aktifitas di hari biasa, jangan lupa bawa sendiri makanan anda. Tak ada warung di sekitaran pantai.

Setelah puas bermain-main di Laut Mati ala Nias Utara ini, bergegaslah sebelum senja. Jalanan akan sangat sepi saat mulai malam. Untuk menghindari hal-hal yang berbahaya segeralah pulang dan jangan lupa untuk bertegur sapa dengan warga yang ditemui di jalan.

Bagaimana? Berniat untuk kunjungi Laut Mati kita?

 

LEAVE A REPLY