Tips Sukses Tembus Persaingan Kerja

0
997

JAKARTA – Di era globalisasi ini, daya saing lulusan perguruan tinggi di Indonesia sangat sengit. Bahkan tidak jarang lulusan perguruan tinggi setingkat sarjana maupun magister yang terpaksa menganggur karena kalah bersaing.

Oleh karena itu, fresh graduate harus mampu bersaing dengan memiliki kreativitas dan ilmu keterampilan. Sebab ketika melamar di sebuah perusahaan, maka kualifikasi kalian akan dipertimbangkan dengan pelamar yang tidak memiliki keterampilan.

EVP Human Capital Development and Public Affair PT Soho Global Helath Herlina Permatasari pun berbagi tips sukses untuk menembus persaingan di lapangan pekerjaan. Dia mengatakan, pelamar harus memiliki karakter dasar atau keterampilan sebagai nilai tambah.

“Seperti menguasai Bahasa Inggris dengan baik, karena banyak orang Indonesia yang bisa membaca Bahasa Inggris, tapi percakapannya buruk. Dengan menguasai Bahasa Inggris bisa menjadi nilai tambah untuk bekerja di global company,” ujar Herlina saat berbincang dengan Okezone dalam acara Industrial HR Gathering – Learning and Talent Development, di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta Pusat.

Herlina mengakui, kemampuan bahasa Inggris mahasiswa di Indonesia belum merata. Sehingga tidak jarang perusahaan dalam negeri memilih karyawan asing sebagai tenaga kerja mereka.

“Banyak perusahaan Indonesia yang merekrut karyawan dari lulusan luar negeri, karena dilihat dari kemampuannya,” urainya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga harus memanfaatkan masa kuliah untuk mengikuti semua pengalaman organisasi. Sebab, kata Herlina, pengalaman berorganisasi akan memberikan banyak manfaat kepada mahasiswa ketika masuk dalam dunia kerja.

Seperti aktif di organisasi. Karena, setiap perusahaan pasti memiliki struktur organisasi. Jika mahasiswa mempunyai pengalaman berorganisasi, maka akan mudah dan cepat mendapatkan pekerjaan. Misalnya dengan terlibat memimpin suatu proyek dan kepanitiaan pada unit kegiatan mahasiswa (UKM).

“Kalau mereka mau menjadi karyawan yang profesional harus siapkan kemampuan berorganisasi. Dengan berorganisasi, seseorang bisa berkomunikasi atau berinteraksi sosial dengan orang yang latar belakangnya berbeda. Caranya berpendapat dan menghargai orang lain akan berbeda jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berorganisasi,” imbuh Herlina.

(mrg)

LEAVE A REPLY