TOP USU Berhasil Patenkan Bahan Bakar Air + Bioethanol di RU IV Cilacap

0
1744

Medan-USU: Team Of Auto Physics (TOP) FMIPA USU beraudiensi ke Rektorat USU di gedung BPA USU lantai III, pada Rabu (19/11). Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Rektor I Prof. Zulkifli Nasution di Ruang Rapat Rektor USU. Tim yang dikomandoi oleh Dekan FMIPA Dr. Sutarman dan Dr. Tulus Ikhsan Nasution, melaporkan perkembangan hasil penelitian mereka dan rencananya akan dipatenkan. Wakil Rektor I Prof. Zulkifli Nasution merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian prestasi dari TOP USU tersebut. Beliau mengatakan bahwa energi fosil yang dipakai untuk BBM saat ini suatu saat pasti habis, dan solusi yang terbaik adalah segera memakai energi alternatif misalnya dari bahan air+bioethanol ini, apalagi bahan tersebut sangat mudah didapat dan diproses. Beliau berharap capaian saat ini terus dilanjutkan dan ditingkatkan serta terus mencari “Renewable Energy (energi yang terbarukan)”.

 

Dekan FMIPA  Dr. Sutarman, MSc menyebutkan saat ini TOP USU sudah mengeluarkan beberapa hasil penelitian, namun baru kali inilah hasil karya  berbahan air+bioethanol tersebut dipatenkan, mengingat pencapaian tersebut dilalui dengan waktu yang panjang dan melelahkan walaupun diakuinya mereka punya semangat yang tinggi dengan keterbatasan laboratorium dan bahan serta peralatan yang sangat memadai. “Kalau semangat dosen dan para mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut lemah hal itu tidak akan tercapai, ujarnya”.

 

Sementara Dr. Tulus Ikhsan Nasution, mengatakan bahwa pengembangan tentang penelitian pembuatan sepeda motor ramah lingkungan telah dilakukan oleh Team of Auto-Physics Departemen Fisika FMIPA USU atau disingkat TOP USU (sebelumnya bernama Physics Research Group, PRG) sejak tahun 2009 atas dasar kesadaran akan isu global warming dan krisis energi fosil yang terus menjadi masalah hangat dibicarakan. Sejauh ini sudah ada 3 sepeda motor yang diciptakan yaitu sepeda motor berbahan bakar bioethanol 99 + air, sepeda motor berbahan bakar bioethanol 96 + air dan sepeda motor berbahan bakar premium + air. Baik sepeda motor berbahan bakar bioethanol + air maupun premium + air memiliki beberapa kelebihan dari sepeda motor konvensional yaitu bahan bakarnya dapat diperbaharui, emisi gas buang yang ramah lingkungan dan performa serta kecepatan sepeda motor yang jauh lebih tinggi dari  sepeda motor konvensional.

 

Dari tahun 2010 hingga 2012, penelitian TOP USU didanai oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) dan mulai 2014, dana penelitian sepenuhnya dibiaya oleh PT. Pertamina. Rencananya, semua sepeda motor hasil penelitian TOP USU akan dikirim ke Jakarta pada tanggal 20 November ini untuk dipamerkan pada acara ulang tahun Pertamina pada tanggal 10 Desember ini. Selain itu tim juga akan berangkat ke Jakarta dan seterusnya ke Yogyakarta guna memenuhi undangan Pertamina untuk penyusunan diskripsi paten dengan HKI. Jum’at, 28 November, tim akan kembali ke Jakarta untuk melakukan  final ujicoba kendaraan bermotor. Karena proses pematenan masih berjalan, TOP USU belum bisa mempublikasikan secara lebih terperinci tentang metode pengkonversian air menjadi energi untuk penghematan bahan bakar bioetanol dan premium. Namun penghematan baik untuk bioetanol dan premium sudah diatas 20% tanpa menggunakan katalis ataupun campuran bahan kimia lainnya. Metode yang digunakan sepenuhnya menggunakan proses fisis sehingga lebih murah, lebih praktis dan bahkan lebih Green-Tech.

 

Beliau menambahkan bahwa kendaraan yang akan dibawa nanti ada dua yaitu yang berbahan bioethanol+air saat ini sudahmenempuh jarak 43 km (dengan kit) dan kendaraan yang berbahan premium+air sudah menempuh jarak 50 km (dengan kit).

LEAVE A REPLY