Yayasan Perempuan Perkotaan Medan ~ Salah Satu Penggerak Kekuatan Ekonomi Kota Medan

0
626

Yayasan Perempuan Perkotaan Medan (YP2M) adalah yayasan yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya bagi perempuan, yayasan ini didirikan oleh 3 orang Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yaitu  Dra. Mazdalifah, M.Si, Ph.D, Dra. Dayana, M.Si, dan Dra. Lina Sudarwati, M.Si pada tanggal 20 september tahun 2000, tepatnya 16 tahun lalu.

Pada awalnya yang menjadi target mereka adalah perempuan – perempuan penjual jamu gendong namun sekarang sudah semakin berkembang ditambah dengan penjual bakso goreng, gorengan dan lainnya. Kegiatan utama yayasan ini adalah memberikan dana bergulir berupa bantuan modal usaha, yang akan dikembalikan dalam waktu satu tahun oleh para perempuan yang merupakan anggota YP2M, proses pengguliran dana hanya dari cicilan satu kelompok ke kelompok yang lain. Hingga saat ini, YP2M sudah memiliki 5 kelompok yang tersebar di daerah medan, yaitu di Pasar Tujuh, Permai, Halat, Karya Tani dan Karya Wisata. Setiap satu daerah memiliki satu orang pendamping lapangan yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

Ketua yayasan adalah Mazdalifah, M.Si, Ph.D dan Bendaharanya Juga seorang dosen di ilmu komunikasi yaitu Hanim. Pendamping lapangan terbagi menjadi lima orang dan merupakan mahasiswa/i yang aktif Jurusan Ilmu Komunikasi USU yang diketuai oleh Marina Nasution, kemudian di  pasar VII ada  Meutia R. Yulanda, di Karya wisata dan Permai yaitu Rizki Ramadhani Nst, Karya Tani ada Yasmin Meisarah Afifah dan terakhir di Halat pendamping lapangannya yaitu  Diah ayu Lestari. mereka adalah mahasiswi-mahasiswi ilmu komunikasi yang mau mengabdikan diri untuk kemajuan perempuan dengan sukarela dan tanpa digaji.

Peran pendamping lapangan tersebut ditujukan untuk memberikan pemikiran dan usahanya dalam mendampingi dan mengawasi kelompok dampingan yang ditugaskan kepada mereka dengan sukarela. Para pendamping lapangan bertanggung jawab untuk mencari dan memberikan materi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan kelompok dengan pemateri yang sesuai, dan terkadang pendamping lapangan itu sendiri lah yang memberikan materinya.

Hingga saat ini, berkat usaha pengurus, YP2M telah membuat perubahan pada beberapa perempuan binaan yang awalnya tidak bisa membaca dan menulis, sekarang sudah bisa, bahkan ada juga yang sudah bisa bicara didepan orang banyak sehingga pendamping lapangan tidak perlu membuka rapat pertemuan yang diadakan setiap bulannya oleh para pendamping lapangan, hingga ada beberapa orang yang menyatakan dirinya sudah mampu secara finansial dan sudah punya hidup yang lebih layak sehingga mereka merasa tidak perlu dibantu oleh YP2M dan melanjutkan hidup dengan lebih baik lagi.

 

LEAVE A REPLY