Scripture Band Asal USU kolaborasikan musik Etnik Batak-Modern

0
487

Scripture merupakan sebuah Band yang bergendre etnik-modern. Scripture band merupakan sekelompok anak muda yang berasal dari Universitas Sumatera Utara dimana para pemainnya mayoritas jurusan Etnomusikologi dan hanya satu orang dari Sastra Batak.

Scripture Band ini terbentuk dari awal perkenalan mahasiswa Baru di jurusan Etnomusikologi, dimana ada lomba akustik dan USU Jazz Festival 2017 dan mereka berinisiatif untuk membentuk sebuah band untuk memeriahkan festival tersebut.

Awalnya Scripture Band bernama Etnokustik yang di prakarsai oleh Joko Nainggolan, Saad, Hardy, Cristoper, dan Sandy Sinaga. Setelah adanya pertimbangan ,nama etno kustik ini diganti menjadi Scripture dan Scripture ini sendiri berartikan kitab suci umat manusia,baik itu Al-quran, Alkitab, Wedah dll. Nama ini dibuat agar personil nya bermain musik sesuai kaidah ajaran agama.

Scripture beranggotakan 7 orang. Mereka adalah Sardo Nababan (Vocalis), Sandi Sinaga ( Gitarist), Andreas Sinaga ( Drummer), Roland Tobing (Seruling), Andre Yohanes Saragih ( Taganing), Ananda Nainggolan (Keyboardits), Fransiskus Giawa (Bass).

Scripture band sendiri hadir karena kecintaan mereka terhadap budaya Batak, dimana pada zaman sekarang ini, banyak generasi muda yang semakin terkikis keperdulian terhadap warisan budaya leluhur mereka. Oleh sebab itu, Scripture ingin melestarikan budaya Batak lewat musik dengan mengkolaborasikannya dengan musik modern.

Lagu- lagu pop modern yang dibawakan pun di aransement sedemikian rupa dengan genre etnik Batak Toba dengan  mengunakan alat music tradisi seperti Taganing, seruling dan dipadukan dengan alat musik Modern seperti gitar, bass, drum serta keyboard.

Banyak lagu-lagu modern yang telah di arransement oleh Scripture, diantaranya adalah lagu Bendera yang dipopulerkan oleh Coklat dan Jingle KPU, lagu inipun diarransement dengan nuansa musik etnik Batak Toba sehingga membawa Scripture Band mendapatkan Juara I di Festival KPU 2019 sehingga mereka mendapatkan uang tunai sebesar Rp 5000.000 dan berkesempatan mengiringi artis Nasional Ghea Indrawi.

Arransement musik Etnik Batak Toba dikolaborasikan dengan musik modern inipun membawa Scripture meraih banyak prestasi, diantaranya adalah juara II pada Festival Pesona Indonesia (2017), juara harapan I USU Jazz (2017), juara II USU Akustik (2017), juara I Festival Fakultas FMIPA (2018), juara I Festival KPU (2018), juara I Festival Volexfest (2018), juara I Festival Fakultas FMIPA (2018), juara I Festival KPU (2018), juara I PRSU Festival (2018), juara I Megapark Festival Movet (2019), juara harapan II Festival Musik Etnik  (2019) dan juara I Festival KPU (2019).

Mereka berharap dengan mengkolaborasikan musik Enik Batak –Modern membuat para generasi muda menubuhkan rasa cinta akan budaya mereka dan tidak terkikis oleh karena adanya pengaruh budaya asing dari luar sehingga musik Batak dapat dilestarikan dan bisa diperkenal kan ke manca Negara.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here